Sampah Plastik di Indonesia
Pencemaran Sampah Plastik di Indonesia
Penggunaan plastik di Indonesia memiliki tingkat yang tinggi, baik itu dari kemasan sebuah produk ataupun kebutuhan rumah tangga. Dengan banyaknya penggunaan plastik, membuat sampah plastik sudah menjadi permasalah umum di Indonesia dari tahun ke tahun. Dari sampah plastik ini menyebabkan pencemaran lingkungan sekitar kita, yang menyebabkan:
- Tercemarnya tanah dan air tanah
- Racun dari partikel plastik akan membunuh hewan yang berada di bawah tanah
- Turunnya kesuburan tanah karena terganggunya sirkulasi udara di tanah
- Keditaksengajanya hewan memakan sampah plastik yang mengakibatkan hewan tersebut mati
- Pembuangan sampah plastik sembarang dapat penyumbat jalurnya pembuangan air, sehingga menyebabkan banjir.
Dari dampak - dampak tersebut dapat kita lihat, betapa sampah plastik dapat mencemari lingkungan hidup kita dan berdasarkan kutipan dari AA.com, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya pada 2019, melaporkan terdapat 66 - 67 juta ton sampah di Indonesia yang jenis sampahnya didominasi dengan 60% sampah organik dan 15% sampah plastik. Jika kita hitung 15% dari 66 juta, kita mendapatkan 9,9 juta ton sampah plastik pada tahun 2019. Lalu pada tahun 2020, Selama pada masa pandemi sampah plastik mengalami peningkatan yang signifikan seperti yang di liputan CNN Indonesia berikut.
Dari liputan tersebut dapat kita lihat peningkatan penggunaan plastik, karena kecenderungan masyarakat untuk belanja online meningkat 62% dan bungkus makanan menignkat 47%, dan dapat dilihat dari peningkatkan tersebut, dikutipan dari detiknews, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengatakan, "Jumlah timbunan sampah yang sangat besar, kira-kira 67,8 juta ton pada tahun 2020. Kelihatannya akan terus bertambah seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan dengan semakin membaiknya tingkat kesejahteraan," Selasa (9/6/2020). Terdapat 67,8 juta ton sampah di Indonesia yang belum dilaporkan berapa persen komposisi jenis sampah yang ada, jika kita misalkan terdapat 15% sampah plastik di tahun 2020, maka terdapat kemungkinan 10.170.000 sampah plastik di Indonesia pada tahun 2020 dan jumlah sampah masih dapat meningkat berdasarkan kutipan dari perkataan Siti Nurbaya Bakar dari detiknews, Selasa (9/6/2020).
Dengan banyaknya jumlah sampah plastik yang ada di Indonesia, kita memerlukan penanggulangan untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang dapat mencemari kesehatan lingkungan kita. Hal tersebut dapat dimulai dari diri kita sendiri, seperti yang dapat kita lakukan untuk mengurangi penggunaan plastik yang berlebihan, seperti:
- Mengganti kantong plastik dengan tas belanja

https://www.pngdownload.id/png-oyzet4/
Gunakan tas belanja atau kantong yang terbuat dari kain, sehingga dapat kita dapat kita gunakan berulang ketika kita belanja kebutuhan sehari - hari, ketimbang menggunakan mengganti - ganti kantong plastik. - Menggunakan kemasan plastik yang dapat digunakan kembali

https://res.cloudinary.com/dk0z4ums3/image/upload/v1574837154/attached_image/cermati-kode-segitiga-di-bawah-kemasan-plastik-anda-alodokter.jpg
Menggunakan plastik yang merupakan tipe yang dapat digunakan kembali, sehingga tidak perlu menggunakan plastik yang baru dan mengurangi pembuangan sampah plastik. - Memilah sampah

https://cdnaz.cekaja.com/media/2020/07/1599_Artikel-CA20_-cara-memilah-sampah.jpg
Kita harus membiasa diri untuk memilah sampah untuk mempermudah untuk membedakan sampah yang dapat di daur ulang, karena bergitu banyaknya sampah yang tercampur - campur hanya akan berakhir di TPA.
Berikut hal - hal yang dapat kita lakukan untuk membantu dalam mengurangi bertambahnya tumpukkan sampah plastik di Indonesia dan dengan kita melakukan hal - hal tersebut, kita dapatkan memperbaiki lingkungan kehidupan yang kurang baik menjadi lingkungan sehat. Sehingga Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi.
